PSN

Penderita DBD terus bertambah , DBD mengancam kita..

*GERAKAN SERENTAK* kegiatan Kerja Bakti / PSN *Dirumah masing2 dan sekitarnya* , Harus Tepat sasaran *Fokus ke titik sasaran* *AIR YANG TIDAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DGN TANAH*
1. Bak KAMAR MANDI / TOILET,
2. Tempat penampungan Air,
3. Air Jebakan semut ( kaki meja )
4. AIr pembuangan kulkas ,
5. Tempat minum burung (yg jarang diganti)
6. Pot Bunga
7. Barang bekas di sekitar rumah ( ban bekas, kaleng , bathok/ tempurung kelapa , botol, gelas air mineral, potongan bambu, bonggol pisang semua tempat yg bisa nenampung air)

*PASTIKAN RUMAH & SEKITAR ANDA TIDAK ADA JENTIK*
Karena 1 jentik betina , dlm 12 – 14 hari akan berubah jadi nyamuk Dewasa
a. 1 nyamuk betina dewasa sekali bertelur = 100-150 butir telur
b. Dlm hidupnya (1 bulan ) bertelur _/- 4 X
Jadi…..
1 Nyamuk x 4 x 150 = 600 telur !!!

( Ada Jentik berarti kita Terancam Demam Berdarah )

Ingat ! jam kerja nyamuk _Aedes Agypti dan Aedes Albopictus_

Pagi : 06.00 – 09.00
Sore : 15.00 – 18.00

PAKAI SELALU LOTION ANTI NYAMUK ( Terutama Anak2 pada saat Pagi / sebelum berangkat Sekolah / Sore/ saat bermain )

‌ Jangan *salah sasaran* dlm melakukan PSN Pemberantasan Sarang Nyamuk ( *BUKAN memotong pohon , bersih2 rumput , menata bunga dll* _karena jentik tdk bersarang di rerumputan_..

Semangat …💪

(Reny.Y)

Lanjutkan membaca “PSN”

PTSL TAHUN 2019 DI DESA MUNTANG

SOSIALISASI PTSL TAHUN 2019 TINGKAT DUSUN
Pada hari selasa tanggal 29 Januari 2019 diadakan sosialisasi PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) di dua Dusun Desa Muntang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purbalingga. Dengan suksesnya program PTSL tahun 2019 di Desa Muntang maka diharapkan tanah di Desa Muntang akan terdata semua dan bersertifikat..

 

SPAL PERCONTOHAN DESA MUNTANG

SPAL PERCONTOHAN DESA MUNTANG
Hari ini warga rt 9 rw 3 desa muntang dan sekitarnya bersama puskesmas kemangkon dan dinas kesehatan purbalingga bergotong royong membuat SPAL percontohan.
SPAL (sistem pembuangan air limbah) dibuat untuk mencegah angka kesakitan di desa muntang dan merupakan salah satu pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) untuk mencegah stunting.
Sebelumnya warga desa muntang juga sdh membuat SPAL dg stimulan dr dana sehat yg dikumpulkan oleh warga melalui Forum Kesehatan Desa sebesar 1000 rupiah/rumah/bulan.
Diharapkan setelah adanya SPAL percontohan,warga desa muntang bisa membuat SPAL di masing masing rumah sehingga air limbah rumah tangga bisa terserap tanah secara sehat dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

              

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#matoenexhaust

MATOEN EXHAUST Salah satu merek dagang online knalpot produksi Desa Muntang yang pemasarannya bukan lagi dalam negeri tapi sudah mendunia.
WhatsApp +6285600411895
WhatsApp +6285713823941
#matoenexhaust
#knalpotmuntang

Ini bukti matoenexhaust sampai ke tangan konsumen lura negeri.

#knalpotmuntang

Chan Recing Muffler adalah salah satu industri rumahan yang ada di Desa Muntang yang memproduksi knalpot berbagai jenis sepeda motor.
Produknya juga banyak disukai oleh merek dagang online yang tergabung dalam #knalpotmuntang.

Produknya juga telah teruji diberbagai event motor lokal maupun nasional.
Jika anda berminat silahkan dapatkan produknya datang langsung ke bengkelnya di Desa Muntang Rt 04 Rw 02 Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga.
Atau order ke merek dagang online yang tergabung dalam #knalpotmuntang
yang resmi dan terpercaya.

 
  Lanjutkan membaca “#knalpotmuntang”

DESA SEHAT MANDIRI BERSAMA KADER KESEHATAN DESA MUNTANG

Bidan Desa,.Naping bersama Kader Kesehatan hari Jumat tanggal 25 Januari 2019 melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di 4 titik yaitu RT 02/01.RT 04/02.RT 07/03 dan RT 10/04 untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Muntang dan mencegah terjadinya penyakit demam berdarah.
Kegiatan hari ini alhamdulillah disambut antusias dari guru di SD Negeri 1 Muntang dalam kegiatan PSN hari ini.
Sehat bersama Kader pemBuru uGet-uget (Kader Buget) Muntang

PSN Yes…..NO nyamuk…NO uget uget…👍👍👍👍 (writer : Reni Y)

Desa Muntang Kecamatan Kemangkon Warganya Semangat Berkarya Dan Produktif

Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon-Warganya Semangat Berkarya dan Produktif
Radar Banyumas Selasa, 12 September 2017
Persawahan Desa Muntang termasuk kategori non teknis atau tadah hujan. Setahun bisa panen dua kali, tapi hasilnya terkadang kurang maksimal. Meski begitu, warga Muntang tetap semangat untuk bisa menghasilkan sesuatu (produktif) demi memenuhi kebutuhan ekonomi.
Ada yang mengembangkan usaha knalpot, diantaranya Sigit Paryono, Solehan, dan Samsono. Sedangkan Aji Wibowo, sukses mengelola perusahaan batako. Kemudian beberapa warga lainnya sukses mengembangkan usaha perbengkelan, salah satunya bengkel las. “Alhamdulillah, kaum muda perempuan warga Muntang banyak yang bekerja di pabrik rambut dan pabrik kayu.
Yang laki-laki bekerja di bengkal las dan knalpot. Beberapa orang berhasil mengembangkan usaha knalpot di desanya sendiri,” kata Kades Muntang, Paryono. Pengusaha knalpot Muntang, seperti Sigit Paryono, Solehan dan Samsono, yang menggeluti usaha knalpot selama beberapa tahun sekarang tergolong sukses. Mereka mempunyai sedikitnya lima hingga enam tenaga kerja.
Produksi knalpot mencapai 70 sampai 100 lebih unit knalpot setiap bulannya. “Kalau usaha knalpot saya produksinya belum banyak. Setiap bulan baru sekitar 70-an unit. Saya dibantu lima tenaga kerja. Knalpot kami pasarkan sendiri atau oleh orang lain yang ingin ikut menjualkan,” ujar Solehan.
Kegiatan produktif lainnya dilakukan Aji Wibowo (28), warga RT 01 RW 01 Desa Muntang. Secara otodidak, Aji yang mulai merintis usaha batako yang setiap bulannya bisa memproduksi 3.000 batako. Dia menjamin, batako buatannya tidak akan mengecewakan pembeli. “Bahan bakunya pasir yang diambil dari Banjarnegara.
Selama ini batako buatan saya banyak dipesan warga Kecamatan Bojongsari dan warga Muntang,” kata Aji, yang sebelumnya pernah bekerja di pabrik rambut, pabrik kayu, dan perusahaan knalpot.
Desa Muntang yang memiliki luas 158,059 hektare terdiri dua Kadus, 13 RT, dan empat RW jumlah penduduk 1.818 jiwa. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Gambarsari, selatan berbatasan Sungai Klawing, barat berbatasan Desa Karangtengah, dan sebelah timur berbatasan dengan Sungai Klawing.
Paryono mengatakan, anggaran Dana Desa 2017 untuk tiga titik kegiatan. Yakni pembangunan drainase di RT 08 RW 03, jalan setapak pavingisasi di RT 11 RW 04, dan perbaikan saluran irigasi Limpakdau atau Wangan Susukan juga di wilayah RT 11 RW 04.
 
 
 
Pemeliharaan jaringan irigasi Limpakdau dengan biaya Rp 250 juta, merupakan hibah tahun 2017 dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purbalingga. Sistem pekerjannya swakelola oleh GP3A Tirto Dapur Lintang selama 90 hari kalender (15 Juli – 12 Oktober 2017).
Menurut Kades Paryono, di Muntang masih ada beberapa perajin batik. Yakni Atik, warga RT 03 RW 01 dan Sudarti warga RT 03 RW 06. Sedangkan beberapa pembuat makanan dan jajanan seperti sriping pisang, sistik, atau kripik tempe, memproduksi kalau ada pesanan.
Berkaitan kinerja perangkat desa, Paryono mengatakan, selama ini dia berupaya bekerjasama sebaik mungkin dengan seluruh jajaran perangkat desa yang ada di Pemerintahan Desa Muntang. Termasuk dengan mitra kerja yakni Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Perangkat Desa Muntang saat ini termasuk lengkap. Yakni Kaur Pemerintahan Rati, Kaur Kesra Rr Hendarti, Kaur Keuangan Basori, Kaur Pembangunan Suswanto, Kaur Umum/KU Sukirno, Kadus I Wartoyo, dan Kadus II Sulistyo Adi. Hanya jabatan Sekdes yang sementara masih kosong.
Berkaitan bantuan Gubernur (BanGub) tahun 2017, menurut Paryono, untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) tiga unit dan jamban sehat tiga unit. Kemudian anggaran DD dari pemkab untuk enam unit RTLH.
Selain itu mendapat stimulan paket jambanisasi dari Dinkes 50 unit. “Setiap warga penerima program RTLH mendapat bantuan dana Rp 10 juta.
Kemudian dalam pelaksanaannya, ada tambahan bantuan meterial. Seperti kayu, bambu, dan tenaga gotong-royong warga,” kata Paryono, yang merasa senang dan bangga dengan partisipasi warganya. Ketika Radarmas bertemu salah seorang warga RT 01 RW 01 Kadus I Desa Muntang, Sriyani (54), dia mengeluhkan kondisi rumahnya yang sudah reyot. Kalau hujan bocor. Janda dua anak ini sangat mengharapkan mendapat bantuan program RTLH dari kabupaten. “Silakan, bisa disaksikan kondisi rumah saya. Sudah sangat memprihatinkan. Tiang-tiangnya sudah menggantung karena dimakan rayap. Rangken atapnya yang terbuat dari bambu sudah lapuk, nyaris ambrol. Kayu penglarinya sudah patah,” kata Sriyani.